Berikut adalah tiga butir pil yang sangat mujarab dan ampuh merusak. Cepat atau lambat, namun pasti. Mematikan impian dan harapan, membawa kepada rasa pasrah dan putus asa. Ketiga pil itu adalah TIDAK TAHU, TIDAK BISA, TIDAK MUNGKIN.

Pikiran sangat berkoneksi dengan perasaan dan tindakan. Apa yang kita pikirkan, akan berpengaruh pada perasaan kita. Dan apa yang kita rasakan akan tercermin dalam tindakan kita. Bayangkan pada saat TIDAK TAHU, TIDAK BISA, TIDAK MUNGKIN masuk dan menggaung dalam pikiran kita. Maka perasaan akan berkata “memang tidak tahu, memang tidak bisa, memang tidak mungkin, ya sudahlah..”. Muncul rasa pasrah dan tidak berdaya. Melihat sebuah impian sebagai hal yang mustahil.

Akibatnya? tercermin dalam tindakan kita. Karena sudah putus asa, jadi untuk apa melangkah? untuk apa berusaha? Dan pada akhirnya memang kita tidak melakukan tindakan apa-apa untuk mencapai impian. Hasilnya, sudah pasti impian tidak akan tergapai dan hanya menjadi sebuah mimpi dan angan-angan belaka. Hingga muncul pembenaran “Nah, benar kan TIDAK MUNGKIN!!”.

Namun, bagaimana jika paradigma terhadap 3 pil ini dirubah? TIDAK TAHU menjadi TAHU. Mengenai bagaimana kita membangun rasa penasaran dan bekerja keras untuk mencari tahu apa yang kita tidak tahu. TIDAK BISA menjadi BISA. Tentang bagaimana kita berupaya sepenuh jiwa & raga untuk mewujudkan hingga menjadi bisa. TIDAK MUNGKIN menjadi MUNGKIN. Segala sesuatu pasti mungkin, pasti ada jalannya. Ketika paradigma positif ini ditanamkan dalam pikiran kita, muncul semangat dan rasa optimis. Pancaran aura semangat itu akan tampak ke permukaan, berwujud pada perilaku kita. Segala usaha dan perjuangan akan kita lakukan untuk menggapai impian. Alhasil, Apakah Impian masih merupakan sesuatu yang mustahil?

Untuk memunculkan paradigma positif, banyak pakar menyarankan gunakan afirmasi positif. Membuat statement positif untuk diri kita, apa yang ingin kita raih, menyakinkan diri bahwa kita bisa, mulai membuat langkah menuju impian dan segera gapai impian itu.

Sejalan dengan penggunakan afirmasi positif, dalam buku Think & Grow Rich, Napoleon Hill merangkai 6 langkah meraih impian dalam memperoleh kekayaan:

  1. Tetapkan dalam pikiran kita, berapa tepatnyajumlah uang yang kita inginkan. Tidak cukup dengan hanya mengatakan “saya ingin punya banyak uang”. Pastikan beberapa jumlah yang kita inginkan.
  2. Tentukan dengan tepat apa yang akan kita lakukanagar mendapatkan uang yang diinginkan.
  3. Tentukan waktu yang pastikapan kita bermaksud memiliki uang yang diinginkan.
  4. Buat rencana pastiuntuk melaksanakan kemauan dan mulailah segera, entah sudah siap atau belum untuk menjalankan rencana itu.
  5. Tulislah pernyataan yang jelas dan ringkas, berapa jumlah uang yang ingin diperoleh, sebutkan batas waktunya, nyatakan apa yang akan dilakukan agar dapat mendapatkan uang itu, dan jelaskan rencana serta cara-cara untuk mengumpulkannya.
  6. Bacalah pernyataan tertulis keras-keras, dua kali sehari, sekali sebelum tidur di waktu malam, dan sekali sesudah bangun tidur di pagi hari. Ketika membacanya, lihat dan rasakan serta yakinkan diri bahwa kita sudah memiliki uang itu.

Menurut Hill, penting sekali bagi kita untuk mengikuti instruksi yang dijelaskan dalam keenam langkah tersebut, terutama pada langkah keenam. Disinilah kemauan membara dapat membantu kita. Jika kita benar-benar mau mendapakan uang sehingga kemauan itu menjadi obsesi, kita tidak akan mendapatkan kesulitan dalam mempercayai dan meyakinan diri bahwa kita akan memperoleh uang itu. Langkah-langkah ini bukan sekedar langkah penting untuk mengumpulkan uang, tetapi juga dapat digunakan untuk mencapai impian dan harapan lainnya.

Lantas bagaimana jika kita tetap sulit mengontrol pikiran kita? Bagaimana jika afirmasi belum berhasil membantu dan tiga pil mematikan tersebut masih merusak pikiran kita? Bagaimana cara kita merubah pikiran ke paradigma yang positif? Menurut saya, bantuan seorang Coach dapat menjadi alternatif solusi. Seorang Coach yang professional akan mampu mengeksplorasi Coacheenya melalui teknik bertanya, hingga muncul self-awareness terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar Coachee dalam berpikir, merasa dan bertindak. Self-awareness yang dapat merubah pikiran kearah paradigma yang positif. Menjadi Saya Tahu, Saya Mampu, Saya Yakin. Ketika pikiran sudah positif, maka perasaan dan tindakan akan menyelaraskan dirinya. Dan bukan hal yang mustahil lagi dalam meraih impian ataupun harapan kita.

Jadi, akankah TIDAK TAHU, TIDAK BISA, TIDAK MUNGKIN tetap dibiarkan menggaung di dalam pikiran Anda? Pilihan ada di tangan Anda..

REFERENSI

Hill, Napoleon. 2016. Think & Grow Rich. Surabaya: MIC Publishing.

Cicik Resti Consulting. 2017. High Impact Trainer 2. Jakarta.

Author : Henny Wang

× Perlu Bantuan ?