Pertanyaan ini muncul ketika saya selesai melakukan sesi coaching dengan Karyawan saya di kantor. Stimulasi pertanyaan sudah diajukan dan komitmen pun sudah diutarakan oleh Karyawan saya. Merasa puas dengan sesi coaching ini? Pada awalnya iya, namun sekembalinya saya ke meja kerja, saya pun bertanya-tanya; Bagaimana dengan komitmen yang diutarakan tadi, apakah cukup tanyakan kembali saja di sesi coaching berikutnya? Di tengah kesibukan pekerjaan, apakah saya mempunyai kapasitas yang cukup untuk mengingat dengan rinci setiap komitmen yang dibuat?

Pertanyaan ini lantas berkembang, menjadi bukan hanya untuk bagaimana mengingat komitmen dari Karyawan saya, tetapi juga bagaimana melihat perubahan yang terjadi pada Karyawan itu dan bagaimana setiap sesi coaching  menjadi tempat pembelajaran baru bagi saya. Gimana? Udah mulai pusing dengan pertanyaan-pertanyaan ini? Toss!! Kita sama…

Nah setelah melakukan beberapa sesi coaching dan membaca referensi, saya akhirnya melakukan beberapa hal ini yang menurut saya sesuai dengan yang saya inginkan.

Yuk, kita bahas satu-satu yah.

  1. Tuliskan semua hal

Setelah sesi coaching selesai, maka biasakan untuk menuliskan semua yang menjadi komitmen. Sebaiknya menuliskan ini di dalam satu buku/ catatan yang memang diperuntukan untuk coaching supaya memang menunjukan bahwa kita bersungguh-sungguh dalam perjalanan coaching ini. Beberapa pertanyaan yang biasanya membantu dalam penulisan:

  • Apa komitmen yang diutarakan oleh Karyawan? Bagaimana Karyawan melakukannya?
  • Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Karyawan?
  • Apa yang sudah saya pelajari dari sesi coaching ini yang saya tidak tahu sebelumnya?
  • Apa yang mungkin dipelajari dari Karyawan dari sesi coaching ini?
  1. Lakukan pengecekan atas komitmen

Lakukan pengecekan berkala langsung ke Karyawan untuk mengetahui kemajuan yang sudah dilakukan. Sampaikan juga bahwa kita terbuka untuk diskusi jika menemukan kesulitan.

  1. Mengamati perubahan

Amati perubahan yang terjadi pada Karyawan baik itu perubahan sikap, perilaku ataupun hubungan antar Karyawan di dalam ataupun luar tim. Perhatikan dan komunikasikan umpan balik dampak apa yang dihasilkan. Dengan begini, Karyawan akan merasa diapresiasi sehingga akan lebih termotivasi.

  1. Evaluasi diri sendiri

Mulai evaluasi diri dengan pertanyaan ini:

  • Apakah saya sudah membantu atau memenuhi kebutuhan dari Karyawan? Coba lakukan pengecekan kepada Karyawan yang sudah kita Coaching, what went well – what didn’t work, namun tetap percayakan your personal judgmentyah dan pastinya jangan mudah baper J
  • Apakah hasil dari coaching ini semuanya hanya dari pemikiran Karyawan atau ada ekspektasi/ agenda pribadi yang dimasukkan dalam komitmen? Maklum sebagai Manager rasanya pasti gemas banget untuk langsung memberikan arahan sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan kita.

Well, kembali lagi ya, ini versi saya lho. Saat ini saya masih membutuhkan ini dalam setiap sesi coaching saya. Jika ada teman-teman yang sudah sangat terbiasa dengan proses coaching, maka tentunya hal ini menjadi tidak perlu.

Once ever said, we don’t grow when things are easy. We grow when we face challenges. Jadi sudah siapkan para Coach di luar sana untuk melanjutkan learning journey yang lebih menantang?

Author – Rina Safitri

× Perlu Bantuan ?