Perubahan zaman dan tren yang semakin cepat, mengakibatkan segala aspek dalam pengelolaan manajemen Human Resources (HR) harus bergegas menyesuaikan diri, termasuk dalam perekrutan karyawan baru. Masih teringat di zaman dulu, untuk menarik para kandidat melamar di perusahaan, para rekruter di perusahaan pada umumnya menggunakan cara yang tidak terlalu ‘ngejelimet’. Butuh karyawan? Pasang saja di iklan koran atau website lowongan pekerjaan. Tetapi jika saat ini strategi yang digunakan masih itu-itu saja, maka bisa jadi jumlah pelamar akan semakin menipis dan belum tentu menarik bagi kandidat-kandidat tipe star untuk ikut bergabung.

 

Zaman keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi saat ini, memungkinkan para kandidat (bahkan hanya dengan modal dua jempol dan smartphone kesayangannya) dapat mengakses bocoran informasi tentang perusahaan yang akan dilamar. Sudah menjadi kebiasaan para kandidat masa kini, ketika mendapatkan panggilan kerja, yang pertama kali dilakukan adalah searching mengenai perusahaan tersebut di Mbah Google. Bayangkan jika para kompetitor memiliki branding yang lebih menarik dan terpajang dalam search engine si Mbah. Atau lebih ekstrim lagi, jika ada komentar/ informasi kurang baik tentang perusahaan kita yang tertangkap oleh jejak digital di internet. Alih-alih para kandidat melamar, mereka justru akan menjauh. Oleh karena itu, rasanya para rekruter dapat mulai mempertimbangkan untuk memasukkan employer branding dalam salah satu strategi perekrutan karyawannya.

 

Dahulu branding sangat kental dengan dunia marketing. Branding merupakan cara agar orang lain dapat melihat dan merasakan tentang produk/jasa kita. Branding sangat dipengaruhi oleh apa yang kita sampaikan dan bagaimana kita menyampaikannya; apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya. Dalam employer branding, komunikasi internal dan eksternal harus selaras untuk membentuk persepsi yang kita harapkan tentang bagaimana perusahaan dapat menjadi tempat kerja yang baik dan menarik bagi karyawannya. Persepsi tersebut tentunya butuh didukung oleh pengalaman nyata baik dari kandidat maupun karyawan.

 

Adapun beberapa langkah yang dapat kita lakukan dalam rangka membangun employer branding antara lain:

  • Website perusahaan

Di sinilah tempat untuk ‘memamerkan’ nilai-nilai perusahaan melalui konten. Kandidat akan menilai bagaimana perusahaan memperlakukan pelanggan dan masyarakat umum, yang kurang lebih akan mirip dengan bagaimana perusahaan akan memperlakukan kandidat nantinya.

 

  • Halaman karir

Pastikan halaman karir perusahaan senantiasa terbaru, memberikan pengalaman yang seamless bagi karyawan, dan menunjukkan seberapa besar perusahaan peduli dengan kandidat, nilai-nilai perusahaan, dan karyawan.

  • Lowongan pekerjaan

Deskripsi pekerjaan sangat berdampak pada employer branding, gunakan kata-kata unik yang menggambarkan seperti apa definisi sukses untuk peran itu, perspektif pihak ketiga, dan potret seperti apa rasanya bekerja di perusahaan yang diincar kandidat.

 

  • Nilai-nilai dan budaya perusahaan

Budaya dan nilai-nilai perusahaan sangat berarti bagi para kandidat, jadi pastikan perekrut memahami budaya dan nilai-nilai perusahaan, kemudian menunjukkan hal tersebut ke kandidat di halaman karier, media sosial, dan situs perusahaan.

 

  • Komunikasi dengan kandidat

Berkomunikasilah dengan jelas, hormat, dan sesegera mungkin dengan setiap kandidat di pipeline kandidat terlepas dari apakah mereka lanjut ke langkah berikutnya atau tidak.

 

  • Review perusahaan

Karena transparansi tentang praktik internal perusahaan menjadi suatu yang umum, para kandidat akan meninjau perusahaan untuk mencari bocoran informasi. Alih-alih membiarkan sejumlah situs mengulas perusahaan, perusahaan perlu mengambil peran aktif dengan menanggapi ulasan yang ada sambil memantaunya dari waktu ke waktu.
Jika perlu, tampilkan beberapa ulasan tersebut pada halaman karir dan dalam materi rekrutmen perusahaan. Ulasan yang dimaksud dapat berupa kesaksian atau bukti pihak ketiga bahwa perusahaan sama hebatnya dengan yang perusahaan katakan.

 

  • Cerita pengalaman karyawan

Kandidat lebih cenderung memercayai karyawan perusahaan sebagai sumber yang dapat dipercaya daripada sumber lain, karena siapa lagi yang benar-benar dapat mewakili perusahaan lebih baik daripada orang-orang yang benar-benar bekerja di sana?

Libatkan karyawan dalam ‘menjual’ merek perusahaan dengan memberi mereka media untuk melakukannya, seperti dengan meminta mereka saling berbagi konten media sosial, menampilkan mereka dalam konten media sosial perusahaan, serta menulis posting blog atau tampil di satu atau dua video perusahaan.

 

  • Aktivitas sosial media

Sekitar 57% kandidat menggunakan media sosial setidaknya sebulan sekali untuk mempelajari tentang perusahaan yang diincar, yang berarti bahwa media sosial perusahaan sangat penting bagi branding perusahaan.

Media sosial merupakan saluran gratis yang mungkin sudah perusahaan miliki semisal Twitter, Facebook, Instagram, LinkedIn dan lainnya; manfaatkan untuk menampilkan kepingan-kepingan budaya internal perusahaan ke dalam aktivitas media sosial tersebut.

 

  • Membentuk persepsi publik

Terbitkan konten-konten positif di media sosial, situs web, dan blog perusahaan, serta respons ulasan-ulasan yang ada di Internet secara konstruktif, terutama yang negatif.

 

  • Penghargaan dan pengakuan sosial

Pikirkan penghargaan-penghargaan regional, industri, dan bahkan pengakuan sosial yang kesemuanya dapat membantu membentuk citra positif perusahaan di mata para kandidat yang suka pilih-pilih; hal tersebut jauh lebih efektif dari sekedar mengatakan “Perusahaan kami hebat!”

Tentunya untuk dapat membangun employer branding, dibutuhkan pemikiran, waktu, tenaga dan kerjasama banyak pihak baik dari tim HR, tim IT, tim Corporate Communication, manajemen dan segenap karyawan dalam mempromosikan hal-hal baik yang ada di dalam perusahaannya.  Selamat Mencoba!

 

Coaching Consulting Training

 

TRANSFORMIA adalah lembaga training yang mampu memberikan program Coaching dan Training karyawan yang tepat sasaran dengan metode mengajar yang efektif dan menyenangkan.
 
Para trainer dan Coach Transformia juga memiliki sertifikasi khusus dan pengalaman yang banyak sehingga akan memberikan solusi training yang profesional.
 
 
 
 

 

Jasa Coaching Consulting Training Jakarta – Indonesia

Untuk info lebih lengkap, kunjungi website kami di :
www.transformia.co.id
 
atau hubungi kami di :
+62 813-1721-1792
Mia@transformia.co.id
 
 
 

 
Tags : Coaching Indonesia, Pelatihan Karyawan, Jasa Training, Jasa Coahing, Coaching Jakarta, Business Coach, Career Coach, Life Coach, Jasa pelatihan karyawan, Pelatihan Karyawan Jakarta, Jasa Training Jakarta, Jasa Training Karyawan, Leadership Training, Employee Training, Business Training
× Perlu Bantuan ?