TRANSFORMIA – Coaching – Consulting – Training
 
 
Berpikir untuk meletakkan tugas team coaching kepada manager alih-alih menyewa jasa profesional? Nanti dulu. Sejumlah penelitian oleh Stanford University menunjukkan bahwa manager bukanlah orang yang tepat untuk menjadi team coach. Apa saja alasannya? Simak paparan berikut. 
 
 

Fakta #1: Manager Bukan Mentor yang Baik

 
Coaching bukan hanya asal bicara dan memberikan instruksi. Coaching adalah seni untuk mendukung dan mengeluarkan sisi terbaik dari setiap karyawan. 
 
Sebab, peningkatan performa karyawan bukan satu-satunya tujuan utama dari sebuah organisasi yang sukses. Mereka juga harus dibuat merasa dipercaya, dan berani memberikan solusi atas berbagai permasalahan. 
 
Untuk itu, seorang team coach juga harus merupakan mentor yang baik. Dan menjadi mentor yang baik melibatkan riset, analisis, latihan tanpa henti, juga sikap empati terhadap tim agar terjadi hubungan yang organis dan harmonis demi keberlangsungan iklim kerja yang efektif.  
 
 

Fakta #2: Manager Cenderung Menempatkan Coaching Sebagai Sampingan 

 
Fakta mengejutkan: 85% karyawan yang berakhir resign dari sebuah perusahaan mengaku tidak mendapatkan team coaching yang cukup. 
 
Biasanya, perusahaan-perusahaan ini menempatkan job team coaching pada manager—yang hanya melakukannya sebagai checklist sampingan selain pekerjaan utama mereka yang bisa jadi sudah membludak.
 
Hasilnya, coaching tidak dilakukan sering-sering. Padahal, bahkan dengan pemberlakuan rutin pun, team coaching tidak selalu menunjukkan hasil instan. 
 
Idealnya, team coaching dilakukan seminggu sekali agar tercipta mentalitas efektif, problem solver, juga menjalin kedekatan antar pegawai agar terjadi sedikit miskomunikasi dalam mengerjakan pekerjaan.
 
 

Fakta #3: Manager Jarang Tahu Perangkat yang Tepat

 
Berbeda dengan konsultan yang sudah dibekali seabreg perangkat coaching¸ manager biasa hanya mengandalkan apa yang ia tahu untuk memberikan coaching kepada tim pegawainya. Sebenarnya, hal ini bisa dilatih, tapi paling baiknya, Anda harus memberikan pekerjaan yang tepat pada orang yang tepat. 
 
Coaching adalah seni yang melibatkan berbagai telaah psikologis, behavioral, materi-materi yang disampaikan baik secara lisan maupun melalui beragam perangkat dan aplikasi simulasi.
 
Hal-hal demikian bisa saja tidak dimiliki oleh seorang manager. Jika tidak memiliki hal-hal ini, bisa-bisa para pegawai Anda hanya menganggap sesi team coaching sebagai kuliah yang membosankan!
 
 

Fakta #4: Manager Tidak Cocok Menjadi Coaching

 
Tujuan coaching adalah agar tercipta tim kerja yang efisien, tangguh, efektif, harmonis, dan memberikan performa maksimal bagi perusahaan. Seperti setrika yang menghaluskan setiap permasalahan yang berpotensi muncul, team coaching harus dilakukan secara intensif dan reguler.
 
Mungkin-mungkin saja bagi seorang manager untuk memberikan coaching bagi para bawahannya—tapi bagaimana jika si managerlah yang bermasalah dalam tim?
 
Untuk itulah team coaching seharusnya dilakukan menyeluruh menggunakan jasa profesional dari luar. Dengan begitu, manager juga akan mendapatkan ilmu dan benefit yang sama dengan para pegawai, dan siap menjalani pekerjaan dengan mindset yang lebih tertata. 
 
 

Coaching – Consulting – Training

 
Transformia adalah solusi yang tepat bagi Anda yang ingin meningkatkan laju bisnis melalui coaching dan training.
 
Transformia menyediakan puluhan coach profesional dan berpengalaman untuk perusahaan maupun individual.
 
 

Jasa Coaching Consulting Training Jakarta – Indonesia

Untuk info lebih lengkap, kunjungi website kami di :
www.transformia.co.id
atau hubungi kami di :
+62 813-1721-1792
Mia@transformia.co.id
 
 
 

 
Tags : Coaching Indonesia, Pelatihan Karyawan, Jasa Training, Jasa Coahing, Coaching Jakarta, Business Coach, Career Coach, Life Coach, Jasa pelatihan karyawan, Pelatihan Karyawan Jakarta, Jasa Training Jakarta, Jasa Training Karyawan, Leadership Training, Employee Training, Business Training
× Perlu Bantuan ?